//
you're reading...
Sekedar info

Kisah Pilu Wanita 19 Tahun yang Mirip Anak-anak (III)

Kisah Pilu Wanita 19 Tahun yang Mirip Anak-anak (III)VIVA.co.id –  Ini adalah kisah hidup Zeng, seorang gadis berusia 19 tahun (sebentar lagi berusia 20 tahun) yang menderita sebuah penyakit, menyebabkan dirinya tidak bisa tumbuh normal.

Untuk membaca artikel pertamanya Anda bisa membuka link ini dan kisah lanjutannya di tautan kedua ini.

“Setelah Festival Musim Semi, kami berencana membawanya ke dokter di Beijing yang mungkin bisa membantu,” kata Guo, orangtua angkat Zeng.

Kedua orangtua angkatnya juga sedang memikirkan cara, bagaimana nanti agar Zeng bisa hidup mandiri, agar nanti setelah mereka berdua wafat, anak itu dapat mengurus dirinya sendiri.  Zeng sendiri, kini merasa hidup bahagia bersama kedua orangtua barunya.

Dikutip dari DailyMail, Zeng katakan, saat ini sebenarnya ia ingin bersekolah (meski seharusnya sudah kuliah), sayangnya tak ada sekolah SD di sana yang bersedia menerima. Alasannya, mereka tidak mungkin menerima wanita 20 tahun bersekolah, satu kelas bersama anak-anak usia 7 tahun.

Membaca kisah sedih Zeng, Ashley Grossman, profesor endocrinology dari Oxford University mengatakan, andai saja ia tinggal di Inggris, nasibnya pasti tidak semiris ini. Kata Ashley, banyak ahli medis di Eropa pasti siap membantu dengan cuma-cuma jika menemukan kasus langka seperti ini.

Tumor pada kelenjar hipofisis (bawah otak) seperti yang dialami Zeng, menurut Ashley sangat sulit ditemukan. Pada orang dewasa saja, hanya ada 1 kejadian per 1.000 orang, dan jumlahnya akan lebih sedikit lagi terjadi pada anak-anak. Sebagian ada yang mengalami hal ini karena gen orangtua, sementara yang lain mengalaminya akibat reaksi kesalahan gen di dalam tubuh.

“Salah satu cara yang dapat kami lakukan adalah dengan mencangkokkan kelenjar hipofisis dari orang yang telah mati. Meski ada kemungkinan berhasil, ada kemungkinan pula berdampak komplikasi,” ujar sang profesor.

Meski demikian, kini ada hormon pertumbuhan buatan, yang bisa disuntikkan sekali sehari untuk mengakalinya. Ia terangkan, jika hormon pertumbuhan manusia tidak berkembang, maka otomatis penderita akan kehilangan fungsi hormon lain, salah satunya perlahan–lahan rambutnya akan rontok.

Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/588491-kisah-pilu-wanita-19-tahun-yang-mirip-anak-anak–iii-

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: