//
you're reading...
Sekedar info

Dukung Gerakan 1000 Rumah Tahfidz

Imam Masjid Shobirin Jeddah, Syekh Ali Usman Bin Sholeh Bin Ali | Foto : Bagus KurniawanPALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) siap menjadi basis sebagai daerah pencetak generasi penghafal Al-Qur’an. Hal itu terbukti setelah dilakukannya deklarasi 1000 Rumah Tahfiz yang digelar oleh Yayasan Rumah Tahfiz Sumsel bersamaan dengan Wisuda Akbar, di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah, Senin (9/2).

Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, H Ishak Mekki mengungkapkan, Pemprov Sumsel mendukung penuh kegiatan pendidikan keagamaan ini. Karena hal ini bisa

Imam Masjid Shobirin Jeddah, Syekh Ali Usman Bin Sholeh Bin Ali | Foto : Bagus Kurniawan

membangun sumber daya manusia yang menyiarkan syiar Islam di Sumsel.

“Kita juga mendorong visi-misi dari Rumah Tahfiz Sumsel yang menjadikan Sumsel sebagai daerah yang religius. Dengan memfokuskan pada pendidikan agama di bidang Al-Qur’an,” kata Ishak dalam sambutannya.

Ishak berharap, dengan adanya deklarasi 1000 rumah tahfiz ini, bisa membuat Sumsel semakin banyak melahirkan penghafal Al-Qur’an dari pelosok Kabupaten/Kota. Ia menuturkan, dengan begini wilayah Sumsel pun akan bertambah nilai positifnya, yaitu menjadi daerah yang Baldatun, Thayyibatun, wa Rabbun Ghofur.

“Kiprah dakwah, sosial, dan layanan pendidikan yang digalakkan melalui gerakan rumah tahfiz di Sumsel, sudah mampu menghasilkan pembangunan SDM generasi muda yang cinta agamanya serta relegius, untuk itu saya pun mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dapat mendukung bersama-sama gerakan ini, termasuk kepala daerah juga diharapkan peran langsungnya bagi pengembangan rumah tahfiz di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Imam Masjid Shobirin Jeddah, Syekh Ali Usman Bin Sholeh Bin Ali mengatakan, komitmen Sumsel untuk menjadikan sebagai daerah penghasil generasi baru penghafal Al-Qur’an, merupakan berkah agung yang dilimpahkan Allah SWT kepada penduduk Sumsel.

Syekh Ali yang sudah hafal Qur’an sejak umur 14 tahun dan pernah menjadi Imam di beberapa masjid di Mesir dan Mekkah, memuji Ibu kota Sumsel, Palembang yang begitu religius sebagai kota Islami di Indonesia.

Bahkan menurutnya, Palembang sebagai kota Islami gaungnya pun sudah terkenal hingga ke pelosok masyarakat Mekkah dan Madinah.

“Sungguh kami penduduk Mekkah dan Medinah sudah lama mengenal Palembang. Kota Inilah juga yang paling banyak kami tahu, apalagi dengan adanya 1000 rumah tahfiz di sini akan membuat Kota Palembang sudah setara dengan kota-kota Islam internasional dunia,” sampainya.

Syech Ali sendiri mengakui sudah tiga tahun mengenal Kota Palembang. Namun pertama kali meninjak kota Palembang, Syech Ali menyebut sudah merasakan semangat dan aura relegius dari penduduknya. Untuk itu, kepada seluruh orang tua wali di sini, Syech Ali berpesan untuk banyak-banyak memberikan bekal ilmu yang bermanfaat bagi putra-putrinya.

“Salah satu yang paling baik menurutnya untuk diberikan ilmu kepada anak-anak adalah memperlajari Alquran. Sesuatu yang paling baik yang harus kita berikan ilmu kepada anak-anak adalah mempelajari Al-Qur’an, kepada orang tua demikian jelas akan mendapat balasan, karena ahlul Qur’an adalah nikmat paling agung dan sesuatu yang paling mulia,” pungkasnya.

Sumber : http://kabarsumatera.com/2015/02/dukung-gerakan-1000-rumah-tahfiz/

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: