//
you're reading...
Sekedar info

BPJS Kini Semakin Rumit

Ilustrasi BPJS | Dok KSPALEMBANG – Sistem Badan Penyelenggara Jasa Sosial (BPJS) kesehatan yang ada saat ini dinilai pihak DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) belum maksimal, bahkan tidak lebih baik dari program pelayanan kesehatan yang ada, BPJS dinilai masih banyak timbul masalah. Demikian Wakil Komisi V DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati, Rabu (28/1).

Selain itu, birokrasi yang ada pada BPJS kesehatan, bukannya mempermudah. Justru semakin rumit, karena untuk melakukan klaim atau berobat harus melalui sederetan proses. Ucap Anita, proses sulit BPJS yang kerap terjadi selama ini seperti, meminta rekomendasi ke dokter keluarga, selain itu juga harus mendapat rujukan dari Puskesmas sekitar tempat tinggal.

“Kalau saya perhatikan, pelayanan yang diberikan BPJS kesehatan khususnya di Sumsel, sangat menyulitkan dan membuat orang sakit bertambah sakit. Bahkan gara gara proses yang cukup rumit itu bisa membuat pasien keburu mati ,” katanya saat dijumpai digedung DPRD Sumsel.

Dirinya menilai jika BPJS kesehatan dianggap belum siap dengan sistem monopoli jasa pelayanan kesehatan. Dalam pelaksanaannya juga semacam tidak ada koordinasi sehingga pihak Rumah Sakit (RS) yang menerima BPJS, karena di lapangan tidak ada kesiapan. Sementara, semua pihak sudah beralih ke BPJS. Sambung Anita, laporan masyarakat justru bertambah banyak mengeluhkan pelayanan kesehatan demikian itu.

“Kita akan coba mempertanyakan ini ke BPJS pusat, apakah sudah disinkronisasi dengan Kemenkes, tentang kesiapan RS yg menerima. Jangan sampai, semua sudah beralih namun pelayanan yang diberikan tidak sesuai harapan. Sebab, yang masuk dalam BPJS, ada juga yang bayar secara pribadi meski ada juga yang ditanggung pemerintah,” beber politisi wanita Partai Golkar ini.

Dari sekian laporan yang diterimanya, kebetulan Komisinya bermitra dengan pihak kesehatan, bahwa ada warga yang meninggal dunia akibat lambannya pelayanan. Berbagai alasan pihak rumah sakit, untuk menolak pasien terutama warga tidak mampu. Klasik sekali, yakni kamar penuh atau harus mendapat rujukan dari puskesmas tempatnya tinggal.

“Kami sedih dan prihatin, mendengar dan menyaksikan ada pasien yang telat ditangani sehingga jiwanya tidak bisa tertolong lagi. Tentunya harus ada terobosan dari Kemenkes dan BPJS, bagimana menyikapi ini sehingga tidak ada yang dirugikan,” ungkap Anita.

Saat disinggung mengenai adanya kemerosotan fasilitas yang diterima anggota dewan yang saat ini juga sudah masuk tanggungan BPJS. Diungkapkan Anita pihaknya agak kecewa. Karena, semula kelasnya VVIP, tetapi kini hanya mendapat fasilits kelas 1. Namun, yang disesalkan sebagai pejabat publik dengan intensitas tinggi pihaknya mendapat pelayanan yang sama.

“Kalau begini ceritanya, kita tidak boleh sakit. Karena, jika sakit dalam tugas di luar kota harus pulang mengurus administrasi di tempat kita tinggal. Menurut kami, penurunan fasilitas tidak masalah asalkan pelayanannya dipermudah dan lebih baik,” tutup dia.

Terpisah, Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas manghimbau agar ada pengevaluasian terhadap kebijakan tersebut. Giri meminta, agar dalam pelayanan BPJS fasilitas dibedakan. Jelas tidak relefan jika pelayanan yang diterimanya juga rumit.

“Sekarang anggota dewan sudah tidak terhormat lagi. Yang pastinya, masyarakat sekarang dilarang sakit. Saking rumitnya birokrasi untuk mendapatkan pelayanan dari BPJS,” ucapnya.

Terakhir dirinya menuturkan, dengan digolkannya BPJS sebagai satu satunya lembaga untuk penjaminan kesehatan, banyak perusahaan sebagai kompetitif yang terancam tutup. Dengan begitu, maka banyak tenaga kerja yang juga terancam di PHK.

“Hal ini semestinya juga diperhatikan. Jangan sampai kebijakan yang dibuat, justru menyusahkan banyak pihak,” ucap ponakan kandung almarhum suami Ketua umum PDIP Megawati ini.

Sumber : http://kabarsumatera.com/2015/01/bpjs-kini-semakin-rumit/

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: