//
you're reading...
Kesehatan

Rentan Mengalami Nyeri, Ms V Paling Sering ‘Disakiti’ 6 Hal Ini

Jakarta Tak hanya vital, organ intim seperti Ms V juga merupakan salah satu bagian tubuh yang paling rentan mengalami gangguan. Sebagian besar wanita hanya tahu bila rasa sakit pada vagina disebabkan oleh seks yang terlalu ‘ekstrem’. Padahal ada banyak hal yang bisa menyebabkan Ms V Anda kesakitan.

Berikut enam penyebab nyeri pada vagina yang paling sering ditemukan, seperti halnya dirangkum dari berbagai sumber

1. Herpes

Herpes bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Mary Jane Minkin, MD, profesor di bidang obstetri dan ginekologi dari Yale School of Medicine mengatakan gejala yang paling umum dari herpes adalah munculnya benjolan yang rasanya menyakitkan.

“Pokoknya kalau Anda tahu-tahu menemukan benjolan atau luka melepuh di sekitar alat kelamin, langsung hubungi dokter Anda. Memang herpes belum ada obatnya, tapi dokter akan memberi obat yang meredakan gejalanya,” paparnya.

2. Infeksi jamur

“Rasanya tak selalu menyakitkan, kadang gejalanya juga kering atau gatal di sekitar vagina. Tapi biasanya juga orang menganggapnya sebagai nyeri,” kata Minkin.

Ini bisa jadi pertanda Anda terkena infeksi jamur. Namun Minkin mengatakan infeksi jamur dapat diatasi dengan obat yang bisa dibeli bebas di apotek, terutama bagi mereka yang sering mengalaminya. “Bila baru pertama kali, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul serta meresepkan krim antijamur untuk meredakan gejala Anda tadi,” lanjutnya.

3. ‘Kekeringan’

Vagina yang terasa mengering bukan semata masalah wanita yang sudah menopause. Terkadang wanita muda juga bisa merasakannya, apalagi jika ia mengonsumsi pil KB.

“Padahal estrogen itu kan semacam pelembab. Bila pil KB menurunkan kadar estrogen, maka kelembaban vagina Anda juga akan berkurang, sehingga seks terasa tak nyaman, bahkan menyakitkan,” terang Minkin.

4. Ukuran penis suami

Minkin juga mengingatkan nyeri pada Ms V bukan semata karena gangguan pada anatomi si wanita, melainkan juga bisa disebabkan suaminya.

“Bisa jadi karena ukuran kelamin suami Anda, bila memang lebih besar dari normal, kadang sulit untuk melakukan penetrasi. Sebaiknya cari posisi seks yang membuat Anda merasa lebih nyaman,” saran Minkin.

5. Endometriosis

Bila Anda merasakan nyeri saat berhubungan intim maupun ketika datang bulan, bisa jadi Anda mengalami infeksi peradangan pada panggul atau biasa disebut dengan endometriosis.

“Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah pendarahan yang berlebihan saat haid,” kata Minkin. Namun setelah dokter melakukan pemeriksaan dan ultrasound untuk memastikan apakah ini karena endometriosis atau bukan, kondisi ini dapat diatasi dengan meminum obat pereda nyeri yang diresepkan, sekaligus terapi hormon.

6. Vulvodynia

Minkin mengungkapkan sekitar 9 persen wanita mengalami nyeri semacam ini. Vulvodynia merupakan rasa tidak nyaman yang muncul ketika seorang wanita berhubungan seksual atau saat memasang pembalut. Bahkan pada sebagian orang, nyerinya terjadi begitu saja, meskipun organ intim tidak tersentuh.

“Ini memang misterius, dan bisa datang dan pergi kapanpun,” katanya. Namun dokter yang memberikan diagnosis vulvodynia biasanya akan memberikan obat berupa salep, yaitu lidocaine.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: