//
you're reading...
Kesehatan

6 Kondom Paling Inovatif: Kondom Semprot Hingga Kondom Origami

Kondom sangat populer karena punya dua fungsi sekaligus, sebagai alat kontrasepsi dan juga alat proteksi dari penyakit yang ditularkan secara seksual. Seiring perkembangan zaman, ragam kondom unik pun bermunculan.

Catatan akhir tahun detikHealth menghadirkan 6 inovasi kondom paling mengesankan

1. Kondom rasa daging

Beberapa orang enggan menggunakan kondom saat melakukan seks oral, salah satu alasannya karena pelumas atau lubricant yang melapisinya terasa aneh di lidah. Karenanya, sebuah perusahaan makanan di Seattle, AS menciptakan sebuah inovasi untuk mengatasinya.

J&D’s Food yang biasa membuat produk-produk unik seperti pelembab bibir rasa saus, kali ini menciptakan kondom dengan bentuk dan rasa seperti daging. Pelumasnya pun dibuat dengan rasa daging, dengan harapan akan lebih nyaman digunakan untuk melakukan seks oral.

2. Edible condom

Satu lagi inovasi diciptakan untuk membuat kondom lebih nyaman dipakai saat melakukan seks oral. Tidak perlu repot-repot mengikat dan membuangnya setelah digunakan, kondom ini bisa langsung dimakan.

Tidak jelas betul siapa yang pertama kali memperkenalkan edible condom ini. Dikutip dari Thebody, Minggu (24/10/2010), kondom sekaligus camilan ini termasuk kategori novelty condom atau kondom modifikasi. Kategori ini juga meliputi berbagai variasi kondom aneh seperti kondom getar, kondom bermusik serta kondom glow in the dark yang bisa berpendar.

Karena hanya untuk bersenang-senang, edible condom memang mengesampingkan fungsi kontraseptif atau pencegahan kehamilan serta protektif atau perlindungan terhadap penularan penyakit menular. Dalam kemasannya, biasanya tercantum peringatan yang berbunyi “For Novelty Use Only”.

3. Kondom semprot

Selain soal rasa, soal ukuran juga membuat kondom kurang disukai. Sulit menemukan kondom dengan ukuran yang pas, karena memang tidak banyak standar yang ditetapkan untuk ukuran kondom.

“Jika pergi ke toko obat untuk membeli kondom, yang kebanyakan dijual adalah yang pas untuk pria dengan panjang penis rata-rata 14,5 cm. Tapi banyak orang yang memiliki penis lebih kecil atau lebih besar dari ukuran itu,” kata Jan Vinzenz Krause, Direktur Institute for Condom Consultancy seperti dilansir Spiegel Online.

Krause tertantang untuk mengatasi masalah tersebut, lalu menciptakan kondom semprot. Berbeda dengan kondom biasa yang sudah tercetak dengan ukuran tertentu, Krause membuat kondom dalam bentuk lateks cair. Saat hendak digunakan, tinggal disemprotkan lalu saat mengeras akan terbentuk kondom dengan ukuran yang pas.

4. Kondom origami

Bagi yang suka iseng di sela-sela waktu bercinta, ada inovasi menarik yang disebut Origami Condoms. Ya, kondom ini bisa dilipat-lipat dan dibentuk seperti seni melipat kertas asal Jepang, origami.

Inovasi ini diperkenalkan oleh Danny Resnic, seorang desainer di California. Uniknya lagi, Resnic merancangnya dengan didanai Bill and Melinda Gates Foundation setelah ia memenangkan sayembara desain untuk kondom.

5. Kondom anti terbalik

Kesalahan yang sering terjadi saat menggunakan kondom adalah terbalik memasangnya. Dalam kondisi terburu-buru, terkadang memang sulit membedakan yang manakah sisi berpelumas dalam sebuah gulungan kondom.

Maria Angeles Machuca, seorang desainer kondom mengatasinya dengan menempatkan 2 strip di salah satu sisi gulungan kondom. Sederhana, tetapi sangat berguna untuk mencegah salah satu kesalahan pemakaian kondom yang paling banyak dikeluhkan.

“Dengan inovasi ini, memasang kondom bukan lagi menjadi hal yang sulit. Tapi akan membuat kondom lebih menyenangkan daripada seks itu sendiri,” kata Machuca.

6. Kondom ‘pesan-antar’

Keluhan lain terkait penggunaan kondom adalah rasa sungkan saat hendak membelinya di toko maupun di apotek. Lagi-lagi, sebuah inovasi diciptakan untuk mengatasi masalah kecil ini. Bukan pada desain kondom, melainkan pada sistem penjualannya.

Kyle McCabe, seorang mahasiswa di Amerika Serikat menciptakan CondAm yang tak lain merupakan singkatan dari Condom Ambulance. Ini merupakan layanan pesan antar bagi yang membutuhkan kondom, namun tidak cukup percaya diri untuk datang ke toko. Di sini, rahasia pelanggan sangat dirahasiakan.

Sayang, tidak sedikit pelanggan yang menganggapnya tidak serius. Sampai-sampai Kyle harus memasang peringatan di situsnya sebagai berikut, “We’re not kidding. Don’t Order if you don’t want condoms”.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: